Tidak ada sesuatu yang terjadi hanya karena sekedar ketidak-sengajaan. Pastilah semua memiliki arti, dan yang pasti hal tersebut adalah rencana Tuhan. Baik, buruknya hal tersebut adalah bagian dari kehidupan dan dapat dipetik untuk menjadi suatu pembelajaran agar kedepannya kita bisa menjadi lebih baik.
Bulan kemarin adalah bulan terakhir perkuliahan semester 6. Ketika libur dimulai, aku langsung bersiap untuk pulang ke kota asalku. Beberapa minggu kemudian, aku kembali lagi ke Malang, untuk meringkas dan membawa barang-barang yang aku butuhkan untuk melaksanakan praktik kerja magang di provinsi sebelah bulan depan.
Aku membereskan semua baju-baju, tas-tas, sepatu dll. Dan ketika aku mulai membereskan arsip-arsipku semester 6, ada beberapa map yang harus aku cek untuk memastikan apakah berkas tersebut diperlukan pada saat aku magang atau tidak. Dan aku menemukan satu map yang berisi tulisan tanganku waktu itu. Hal itu sangatlah menyita waktuku, yang mana awalnya aku berencana untuk pulang di pagi hari dan akhirnya aku jadi pulang hampir sore.
Iya, sebuah catatan tentang isi hatiku saat itu. Selembar kertas yang aku tulis untuk seseorang yang pernah mengisi kehidupanku saat itu. Sebuah pesan singkat yang mewakili beberapa pikiran dan perasaan. Kubaca satu per satu kalimat yang aku tuangkan dalam tulisan tersebut, dan aku sangat merasakan seberapa dalamnya perasaanku saat itu. Mungkin dapat dikatakan masih terkesan alay, namun itu yang aku rasakan pada saat itu.
Kalimat terakhir, sebuah kalimat penutup yang sangat-sangat menyentuh hatiku karena aku dapat merasakan dan memutar bagaimana kejadian saat itu. Thanks, dan aku membaca namamu yang aku tulis lengkap dan jelas. Akupun menutup map, dan tidak terasa aku menitihkan setetes air mata. Hal itu benar-benar refleks dan tidak aku kira.
Dengan ditutupnya berkas tersebut berarti ditutuplah juga cerita-cerita yang pernah terjadi. Saat ini, aku akan melangkah untuk cerita-cerita baru yang akan terjadi. Tidak ada sedikitpun penyesalan karena pernah mengenalmu, baik buruknya itu, meskipun masih meninggalkan luka yang mampu membuat aku down beberapa waktu, namun itu lebih baik. Semua adalah rencana Tuhan, yang mempertemukan, mengenalkan dan mendekatkan kita lalu memisahkan kita. Aku tau, saat ini hubungan kita tidak sedekat bahkan tidak sebaik dulu, aku juga tidak tau nantinya kita akan bisa berteman, bersahabat, atau malah saling melupakan seperti tidak saling mengenal. Namun satu hal yang harus kamu tahu, sedikitpun aku tidak pernah menganggap kamu musuh atau masih menyimpan benci ke kamu. Entah apapun kamu menganggap, yang pasti aku telah mengikhlaskan semuanya. Tapi satu hal yang belum mampu aku katakan kepadamu, apapun kamu, seburuk-buruknya kamu, kamu pernah menjadi teman terbaikku saat itu. Thanks. Secret Thanks for you, secret person. Thankyou for life, thankyou for loving me
Tidak ada komentar:
Posting Komentar