Kamis, 22 Desember 2016

Do you feel the same?

23/12/2016

Galau, mungkin itu satu kata yang paling tepat untuk mahasiswa semester akhir seperti aku. Entah galau masalah judul skripsi, galau masalah hubungan ataupun galau yang lain-lainnya. Jujur saja, awal semester 7 ini aku bener-bener galau yang paling hebat dari sebelum-sebelumnya. Tapi untung saja, galau yang aku rasakan ini ada rekannya. Temenku kebetulan juga baru putus, jadi dia juga sama galau. Jadi ceritanya kemarin itu kita seperti berjuang bersama gitu.

Seperti cerita yang sebelumnya, ini adalah tentang orang yang sama. Setelah bulan September itu aku bener-bener galau yang sangat dan sangat. Bulan Oktober aku benar-benar sangat boros bahkan aku bisa mengeluarkan 2x lipat dari bulananku biasanya. Semua itu aku lakukan agar aku bisa kembali menemukan kebahagiaan selanjutnya ketenangan.

Bulan November, aku mulai bisa mengontrol diri dan perasaanku. Aku mulai bener-bener serius dalam menjalani hidup dan aku benar-benar ingin berubah menjadi yang lebih baik. Bulan desember aku mulai menata diriku yang sebelumnya bener-bener ngga teratur. Aku remake jadwal kegiatanku untuk sehari-harinya. Aku mulai giat menerapkan pola hidup sehat, seperti makan dan olahraga yang teratur. Sambil berjalan, aku mendapat masukan dari kedua orangtuaku terutama mamaku. Dari situ aku benar-benar berfikir keras dan aku bertekat untuk mengubah diriku menjadi lebih baik. Ini merupakan saat yang tepat untuk banyak berdoa dan berusaha. Selain memperbaiki diri dari sisi penampilan, aku juga berusaha memperbaiki diriku dari dalam termasuk hati dan fikiran.

Bulan Desember, Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Dari mulai sisi penampilan aku sudah berusaha untuk menjaganya. Aku makan seperlunya, sangat mengurangi ngemil, aku rutin senam dan renang. Aku mulai rajin merawat kulitku baik dari luar maupun dalam. Aku sangat menjaga kesehatan dengan tidak melupakan sayuran dan buah-buahan. Selain semua hal itu, hal paling penting adalah perbaikan diri dari dalam. Yang aku bicarakan adalah akhlak, hati dan fikiran. Jujur, hal ini benar-benar banyak rintangannya. Sumpah, aku benar-benar merasakan hal itu. Ketika kita berusaha untuk berbuat baik dan memperbaiki diri, tidak semua orang senang dengan perubahan kita. Mereka yang belum bisa menerapkan perbaikan selalu jengkel dan iri dengan perubahan yang ada pada diri kita. Satu kunci utama yang aku terapkan saat itu hanya sabar dan perbanyak berdoa. Benar-benar aku sangat bertekat untuk memperbaiki agama dan perilakuku.

Dalam salah satu pikiran baruku, aku berfikir bahwa pacaran itu sangatlah tidak penting. Lagipula dia yang saat ini masih bersama kita, belum tentu menjadi jodoh kita nantinya. Banyak artikel-artikel keagamaan yang aku baca, berkaitan dengan hukum tersebut. Dan aku tertarik bahkan sangat tertarik untuk menerapkan hidup yang benar-benar baik di jalan-Nya. Menghindari hal-hal sepele yang mungkin itu merupakan hal biasa namun sebenarnya hal tersebut adalah mendekati dosa.

Minggu ke 2 bulan desember, aku datang bulan. Otomatis aku tidak sholat untuk seminggu itu. Hal itu membuat hidupku menjadi goyah dan tidak seteratur sebelumnya. Aku tidak puasa, aku juga tidak membaca Al Qur'an. Dan beberapa hari diantaranya, ketenangan hatikupun  mulai goyah. Aku benar-benar teringat kembali kepada orang yang sama. Aku benar-benar bingung. Perasaanku sangatlah kacau, aku bingung harus berbuat apa untuk mengatasi hal ini. Ketika aku flashback ke tahun 2014, aku dulu pernah galau tapi hal itu hanya berjalan dari bulan Mei-November. Hal itu hanya berjalan 6 bulan. Sedangkan untuk saat ini, bahkan sudah jauh melebihi waktu itu, aku masih sering kepikiran. Apalagi ketika aku secara tidak sengaja mendengar lagu yang sangat mengingatkanku pada masa itu. Saat itu aku benar-benar beranggapan bahwa jika aku masih galau, jika pikiranku selalu tertuju padanya yang membuatku tidak merasa tenang, berarti ibadahku masih kurang tekun. Doaku masih kurang. 

Saat ini hal yang paling bisa aku lakukan adalah berdoa dan berdoa. Aku mengadu kepada-Nya atas segala keluh kesah duniaku, dan aku meminta pertolongan serta kemudahan padaNya. Aku tau, aku hanya manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Malam itu (kemarin) aku tidak sengaja mendengarkan sebuah lagu yang sangat menceritakan isi hatiku saat ini. Jujur, sumpah aku masih kepikiran dia, aku rindu dia. Tapi semua hal itu mustahil untuk diobati. Aku tau diriku dan aku juga tau dirinya seperti apa. Tapi beberapa kali juga Allah memberi kejutan kepadaku. Setiap doa yang aku panjatkan selalu dikabulkan. Dan Dia adalah maha pembolak-balik hati dan pikiran manusia.

Betapa terkejutnya aku hari ini. Ketika aku melihat notif di hp, aku melihat ada misscalled dari orang yang aku fikirkan semalam. Jujur, kemarin ketika aku mendengar lagu yang mengingatkanku tentang dia, aku tidak bisa membendung tangis. Aku benar-benar menangis karena aku merasa sesak hati. Aku sesak hati jika harus memendam ini terus sendirian. Aku benar-benar larut dalam kegalauan. Aku hanya ingin bertemu dengannya, tapi aku beranggapan hal itu mustahil. Mungkin dia telah menemukan kehidupan barunya, tapi aku? jika ditanya, saat ini aku masih pada perasaan yang sama dengan orang yang sama, yaitu kamu. Aku bingung harus berbuat apa untuk mengatasi segala rindu yang ada yang membuat aku selalu memikirkanmu yang tidak lagi memikirkanku. 

Mungkin gengsiku akan melebihi segalanya, termasuk perasaanku terhadapmu. Mungkin gengsi akan menutupi segalanya, termasuk aku yang (masih) membutuhkanmu but I not show it. Seberapa keras, seberapa besar aku merubah pola pikirku, aku selalu menyerah ketika rasa itu tiba-tiba muncul. Hal yang bisa aku lakukan saat ini adalah diam, berdoa, dan menghindarimu. Mungkin ini adalah hal yang bisa membuatku melupakanmu, orang terindah.

Disisi lain, aku berfikir, apakah jika ketika aku memikirkanmu secara hebat, sebenarnya kamu juga berfikiran yang sama denganku? Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali. Ketika awal semester ini setelah perpisahan kita, dimana sorenya aku sangat memikirkanmu, melihat ulang segala chat kita dulu, dan dihari yang sama malam itu kamu mengajakku keluar. Beberapa bulan kemudian, ketika aku juga tetiba kepikiran kamu lagi, sampai aku bingung setengah mati, malamnya kamu juga menghubungiku. Dan bukti terakhir adalah notif hari ini. Aku tidak tau apa yang ada dipikiranmu, yang jelas aku tau betul apa pikiranku saat ini. Dan jika aku merasa tidak kuat, aku hanya mengadu kepada Allah dan aku benar-benar banyak berdoa supaya aku diberi ketenangan fikiran dan perasaan.

Dalam diam, aku hanya bisa berdoa semoga sedikit-sedikit aku bisa mengikhlaskanmu dan aku segera lupa dengan semua ini. Aku berdoa semoga skripsiku lancar dan aku segera lulus. Dan setelah itu aku akan meninggalkan lingkungan ini, lingkungan kampus yang masih berdekatan denganmu. Ketika aku menemukan lingkungan baru, aku berharap itu akan lebih baik dan memberiku cerita baru yang nantinya mampu menenggelamkan memoriku terhadapmu selamanya.

Kamis, 15 Desember 2016

Hi Guys

Perkenalkan, nama saya Anisa Nur Wulan. Saat ini saya masih terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di salah satu universitas negeri di Malang. Jadi gini, mohon maaf sebelumnya kalau saya banyak spam melalui blog, blog ini saya khususkan hanya untuk cerita kehidupan saya, alias curhatan. Saya pikir tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan blog saya ini, jadi mungkin saya pikir lumayan aman jika saya berceloteh di sini. Dan blog ini tidak ditujukan untuk siapapun, ini adalah galeri celotehan saya yang mungkin akan saya baca kembali beberapa tahun kedepan, supaya sedikitpun memori itu dapat terkenang dan menjadi catatan hidup yang pernah ada. Sebenarnya ini lebih spesifik ke kisah asmara, tapi ngga papa lah. Namanya juga anak muda, haha.

Jadi saya juga memiliki banyak akun aktif di beberapa situs, dan salah satu akun saya yang saya rasa bermanfaat untuk kalian adalah academia edu. Disitu saya share beberapa materi kuliah saya yang mungkin sebidang dengan anda dan saya harap dapat bermanfaat untuk banyak orang. Untuk akun yang lain, kurang lebih sama, isinya hanya postingan-postingan kehidupan saya, dan saya harap hal ini tidak mengganggu kalian, dan semoga informasi yang saya repost dalam beberapa akun sosial saya dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian terimakasih

Jumat, 23 September 2016

Next "Secret Thanks"

Aku kira beberapa bulan yang lalu adalah benar-benar perpisahan kita. Sungguh, akupun tidak berharap kembali akan bertemu denganmu. Kalaupun kita tidak sengaja bertemu di kampus, rencanaku adalah membuang muka dan segera menghindarimu. Itu semua karena beberapa hal dimasa lalu yang pernah kamu lakukan kepadaku, dan aku benar-benar sangat benci dengan itu.

Memang, aku tidak pernah menyesali semua tentang cerita kita, karena itu adalah salah satu cerita yang pernah tertulis didalam kehidupanku. Namun ada waktu, dimana aku benar-benar merasa benci, kecewa dll dengan semua kelakuanmu, yang mungkin pernah menyisakan luka dihati.

Awal memasuki semester 7, aku menganggap bahwa aku telah semakin tua yang artinya aku harus semakin dewasa. Aku harus benar-benar konsen pada seluruh tugas akhirku, dan bukan saatnya untuk main-main lagi. Namun, beberapa hari terakhir ini, aku sering gabut dirumah. Rasanya ingin pulang kampung saja supaya memiliki semangat dan tidak merasa sendiri.

22/09/2016, Diantara aktivitas gabutku, tiba-tiba terpikir seseorang. Seseorang yang dulu pernah menjadi terbaikku. Namun dia juga pernah menjadi seseorang yang paling mengecewakan dalam hidupku. Sengaja aku membaca chat dia dimasa lalu yang sengaja belum aku hapus, dari awal sampai akhir. Aku benar-benar mengenang masa dimana aku dan kamu adalah kita. Sempet juga kepikiran kamu lagi, entah kenapa hari itu rasanya bener-bener otakku flashback ke masa itu. Sempet juga kepikir, "Apakah semua ini bisa terulang kembali?". Namun hal itu sangatlah mustahil. Aku bener-bener tau dia, dan aku tau diriku sendiri. Aku pribadi menganggap, kita sudah move masing-masing, dan kehidupan sekarang bukanlah kita, tetapi aku dan dia.

Sempat juga, waktu aku melaksanakan PKL di Pekalongan, saat itu aku benar-benar kangen dengan Kota Malang. Aku kangen dengan kuliah, dan ketika aku memikirkan semuanya, aku benar-benar teringat kamu. Kamu, yang pernah mengisi kehidupanku, satu-satunya lelaki yang mengisi hari-hariku, menemaniku, dan membuatku tidak merasa sendiri di kota perantauan ini. Kamu juga sempat membuat aku betah untuk tinggal dikota ini dan tidak memikirkan untuk pulang ke kampung halaman dimana aku sebelumnya sangat sering pulang. 

Dan hari itu juga, dia menghubungiku. Bayangkan saja, betapa tidak percayanya aku dengan semua itu. Padahal baru tadi aku iseng membaca semua obrolan kita, sempet juga kepikiran tetapi benar-benar tidak mungkin aku menghubungimu dahulu. Aku paham dia bukan orang yang sering dan suka pegang hp, dan intinya dia ingin mengajakku keluar malam itu juga. Sempat di awal aku menolaknya, tetapi ketika dia meminta untuk tolong sekali ini saja kasih aku kesempatan untuk ngobrol denganmu, aku mengiyakannya. Dan diapun langsung menjemputku.

Di jalan dia tetap bertanya apakah aku masih marah dengan hal yang lalu. Aku jawab saja enggak. Jujur aku sudah tidak marah dengannya, aku sudah mengikhlaskannya dan aku fine dengannya. Tetapi pasti semua perempuan juga merasakannya, kita memaafkan, tetapi tidak bisa lupa dengan sesuatu yang pernah membuat kita sangat kecewa. Saat itu juga, aku sedikit menjaga jarak pula dengannya, dan dari rumah aku telah berniat bahwa tujuan kita adalah ngobrol, tidak boleh saling berperasaan atas hal apapun. Dilarang juga untuk mengungkit kisah yang lalu.

Disitu aku menangkap bahwa dia butuh teman untuk curhat. Aku kurang tau tentang dirinya saat ini, yang jelas hal seperti itu menurutku dia membutuhkan teman untuk menenangkan diri dan pikirannya.

Saat ini aku berfikir bahwa kamu adalah temanku. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dan pertemuan kemarin telah membuat hubungan kita membaik sebagai teman. Dan secret thanks yang pernah aku simpan, telah tersampaikan langsung, dan aku sangat lega ketika kita mengakhiri semuanya dengan baik-baik. 

Rabu, 13 Juli 2016

Secret Thanks

Tidak ada sesuatu yang terjadi hanya karena sekedar ketidak-sengajaan. Pastilah semua memiliki arti, dan yang pasti hal tersebut adalah rencana Tuhan. Baik, buruknya hal tersebut adalah bagian dari kehidupan dan dapat dipetik untuk menjadi suatu pembelajaran agar kedepannya kita bisa menjadi lebih baik.
Bulan kemarin adalah bulan terakhir perkuliahan semester 6. Ketika libur dimulai, aku langsung bersiap untuk pulang ke kota asalku. Beberapa minggu kemudian, aku kembali lagi ke Malang, untuk meringkas dan membawa barang-barang yang aku butuhkan untuk melaksanakan praktik kerja magang di provinsi sebelah bulan depan.
Aku membereskan semua baju-baju, tas-tas, sepatu dll. Dan ketika aku mulai membereskan arsip-arsipku semester 6, ada beberapa map yang harus aku cek untuk memastikan apakah berkas tersebut diperlukan pada saat aku magang atau tidak. Dan aku menemukan satu map yang berisi tulisan tanganku waktu itu. Hal itu sangatlah menyita waktuku, yang mana awalnya aku berencana untuk pulang di pagi hari dan akhirnya aku jadi pulang hampir sore.
Iya, sebuah catatan tentang isi hatiku saat itu. Selembar kertas yang aku tulis untuk seseorang yang pernah mengisi kehidupanku saat itu. Sebuah pesan singkat yang mewakili beberapa pikiran dan perasaan. Kubaca satu per satu kalimat yang aku tuangkan dalam tulisan tersebut, dan aku sangat merasakan seberapa dalamnya perasaanku saat itu. Mungkin dapat dikatakan masih terkesan alay, namun itu yang aku rasakan pada saat itu.
Kalimat terakhir, sebuah kalimat penutup yang sangat-sangat menyentuh hatiku karena aku dapat merasakan dan memutar bagaimana kejadian saat itu. Thanks, dan aku membaca namamu yang aku tulis lengkap dan jelas. Akupun menutup map, dan tidak terasa aku menitihkan setetes air mata. Hal itu benar-benar refleks dan tidak aku kira.
Dengan ditutupnya berkas tersebut berarti ditutuplah juga cerita-cerita yang pernah terjadi. Saat ini, aku akan melangkah untuk cerita-cerita baru yang akan terjadi. Tidak ada sedikitpun penyesalan karena pernah mengenalmu, baik buruknya itu, meskipun masih meninggalkan luka yang mampu membuat aku down beberapa waktu, namun itu lebih baik. Semua adalah rencana Tuhan, yang mempertemukan, mengenalkan dan mendekatkan kita lalu memisahkan kita. Aku tau, saat ini hubungan kita tidak sedekat bahkan tidak sebaik dulu, aku juga tidak tau nantinya kita akan bisa berteman, bersahabat, atau malah saling melupakan seperti tidak saling mengenal. Namun satu hal yang harus kamu tahu, sedikitpun aku tidak pernah menganggap kamu musuh atau masih menyimpan benci ke kamu. Entah apapun kamu menganggap, yang pasti aku telah mengikhlaskan semuanya. Tapi satu hal yang belum mampu aku katakan kepadamu, apapun kamu, seburuk-buruknya kamu, kamu pernah menjadi teman terbaikku saat itu. Thanks. Secret Thanks for you, secret person. Thankyou for life, thankyou for loving me