Galau, mungkin itu satu kata yang paling tepat untuk mahasiswa semester akhir seperti aku. Entah galau masalah judul skripsi, galau masalah hubungan ataupun galau yang lain-lainnya. Jujur saja, awal semester 7 ini aku bener-bener galau yang paling hebat dari sebelum-sebelumnya. Tapi untung saja, galau yang aku rasakan ini ada rekannya. Temenku kebetulan juga baru putus, jadi dia juga sama galau. Jadi ceritanya kemarin itu kita seperti berjuang bersama gitu.
Seperti cerita yang sebelumnya, ini adalah tentang orang yang sama. Setelah bulan September itu aku bener-bener galau yang sangat dan sangat. Bulan Oktober aku benar-benar sangat boros bahkan aku bisa mengeluarkan 2x lipat dari bulananku biasanya. Semua itu aku lakukan agar aku bisa kembali menemukan kebahagiaan selanjutnya ketenangan.
Bulan November, aku mulai bisa mengontrol diri dan perasaanku. Aku mulai bener-bener serius dalam menjalani hidup dan aku benar-benar ingin berubah menjadi yang lebih baik. Bulan desember aku mulai menata diriku yang sebelumnya bener-bener ngga teratur. Aku remake jadwal kegiatanku untuk sehari-harinya. Aku mulai giat menerapkan pola hidup sehat, seperti makan dan olahraga yang teratur. Sambil berjalan, aku mendapat masukan dari kedua orangtuaku terutama mamaku. Dari situ aku benar-benar berfikir keras dan aku bertekat untuk mengubah diriku menjadi lebih baik. Ini merupakan saat yang tepat untuk banyak berdoa dan berusaha. Selain memperbaiki diri dari sisi penampilan, aku juga berusaha memperbaiki diriku dari dalam termasuk hati dan fikiran.
Bulan Desember, Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Dari mulai sisi penampilan aku sudah berusaha untuk menjaganya. Aku makan seperlunya, sangat mengurangi ngemil, aku rutin senam dan renang. Aku mulai rajin merawat kulitku baik dari luar maupun dalam. Aku sangat menjaga kesehatan dengan tidak melupakan sayuran dan buah-buahan. Selain semua hal itu, hal paling penting adalah perbaikan diri dari dalam. Yang aku bicarakan adalah akhlak, hati dan fikiran. Jujur, hal ini benar-benar banyak rintangannya. Sumpah, aku benar-benar merasakan hal itu. Ketika kita berusaha untuk berbuat baik dan memperbaiki diri, tidak semua orang senang dengan perubahan kita. Mereka yang belum bisa menerapkan perbaikan selalu jengkel dan iri dengan perubahan yang ada pada diri kita. Satu kunci utama yang aku terapkan saat itu hanya sabar dan perbanyak berdoa. Benar-benar aku sangat bertekat untuk memperbaiki agama dan perilakuku.
Dalam salah satu pikiran baruku, aku berfikir bahwa pacaran itu sangatlah tidak penting. Lagipula dia yang saat ini masih bersama kita, belum tentu menjadi jodoh kita nantinya. Banyak artikel-artikel keagamaan yang aku baca, berkaitan dengan hukum tersebut. Dan aku tertarik bahkan sangat tertarik untuk menerapkan hidup yang benar-benar baik di jalan-Nya. Menghindari hal-hal sepele yang mungkin itu merupakan hal biasa namun sebenarnya hal tersebut adalah mendekati dosa.
Minggu ke 2 bulan desember, aku datang bulan. Otomatis aku tidak sholat untuk seminggu itu. Hal itu membuat hidupku menjadi goyah dan tidak seteratur sebelumnya. Aku tidak puasa, aku juga tidak membaca Al Qur'an. Dan beberapa hari diantaranya, ketenangan hatikupun mulai goyah. Aku benar-benar teringat kembali kepada orang yang sama. Aku benar-benar bingung. Perasaanku sangatlah kacau, aku bingung harus berbuat apa untuk mengatasi hal ini. Ketika aku flashback ke tahun 2014, aku dulu pernah galau tapi hal itu hanya berjalan dari bulan Mei-November. Hal itu hanya berjalan 6 bulan. Sedangkan untuk saat ini, bahkan sudah jauh melebihi waktu itu, aku masih sering kepikiran. Apalagi ketika aku secara tidak sengaja mendengar lagu yang sangat mengingatkanku pada masa itu. Saat itu aku benar-benar beranggapan bahwa jika aku masih galau, jika pikiranku selalu tertuju padanya yang membuatku tidak merasa tenang, berarti ibadahku masih kurang tekun. Doaku masih kurang.
Saat ini hal yang paling bisa aku lakukan adalah berdoa dan berdoa. Aku mengadu kepada-Nya atas segala keluh kesah duniaku, dan aku meminta pertolongan serta kemudahan padaNya. Aku tau, aku hanya manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Malam itu (kemarin) aku tidak sengaja mendengarkan sebuah lagu yang sangat menceritakan isi hatiku saat ini. Jujur, sumpah aku masih kepikiran dia, aku rindu dia. Tapi semua hal itu mustahil untuk diobati. Aku tau diriku dan aku juga tau dirinya seperti apa. Tapi beberapa kali juga Allah memberi kejutan kepadaku. Setiap doa yang aku panjatkan selalu dikabulkan. Dan Dia adalah maha pembolak-balik hati dan pikiran manusia.
Betapa terkejutnya aku hari ini. Ketika aku melihat notif di hp, aku melihat ada misscalled dari orang yang aku fikirkan semalam. Jujur, kemarin ketika aku mendengar lagu yang mengingatkanku tentang dia, aku tidak bisa membendung tangis. Aku benar-benar menangis karena aku merasa sesak hati. Aku sesak hati jika harus memendam ini terus sendirian. Aku benar-benar larut dalam kegalauan. Aku hanya ingin bertemu dengannya, tapi aku beranggapan hal itu mustahil. Mungkin dia telah menemukan kehidupan barunya, tapi aku? jika ditanya, saat ini aku masih pada perasaan yang sama dengan orang yang sama, yaitu kamu. Aku bingung harus berbuat apa untuk mengatasi segala rindu yang ada yang membuat aku selalu memikirkanmu yang tidak lagi memikirkanku.
Mungkin gengsiku akan melebihi segalanya, termasuk perasaanku terhadapmu. Mungkin gengsi akan menutupi segalanya, termasuk aku yang (masih) membutuhkanmu but I not show it. Seberapa keras, seberapa besar aku merubah pola pikirku, aku selalu menyerah ketika rasa itu tiba-tiba muncul. Hal yang bisa aku lakukan saat ini adalah diam, berdoa, dan menghindarimu. Mungkin ini adalah hal yang bisa membuatku melupakanmu, orang terindah.
Disisi lain, aku berfikir, apakah jika ketika aku memikirkanmu secara hebat, sebenarnya kamu juga berfikiran yang sama denganku? Tidak hanya sekali, bahkan berkali-kali. Ketika awal semester ini setelah perpisahan kita, dimana sorenya aku sangat memikirkanmu, melihat ulang segala chat kita dulu, dan dihari yang sama malam itu kamu mengajakku keluar. Beberapa bulan kemudian, ketika aku juga tetiba kepikiran kamu lagi, sampai aku bingung setengah mati, malamnya kamu juga menghubungiku. Dan bukti terakhir adalah notif hari ini. Aku tidak tau apa yang ada dipikiranmu, yang jelas aku tau betul apa pikiranku saat ini. Dan jika aku merasa tidak kuat, aku hanya mengadu kepada Allah dan aku benar-benar banyak berdoa supaya aku diberi ketenangan fikiran dan perasaan.
Dalam diam, aku hanya bisa berdoa semoga sedikit-sedikit aku bisa mengikhlaskanmu dan aku segera lupa dengan semua ini. Aku berdoa semoga skripsiku lancar dan aku segera lulus. Dan setelah itu aku akan meninggalkan lingkungan ini, lingkungan kampus yang masih berdekatan denganmu. Ketika aku menemukan lingkungan baru, aku berharap itu akan lebih baik dan memberiku cerita baru yang nantinya mampu menenggelamkan memoriku terhadapmu selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar