20/06/2017
Hari dimana yakin tidak yakin, siap tidak siap, aku harus
melakukan hal yang merupakan final dari segala rangkaian kuliahku selama 4
tahun ini. Comprehensive examination.
Jujur setelah semhas, aku merasa sangat down. Aku merasa
sebagai orang yang paling buruk dalam hal pendidikan. Dan ada 1 orang teman
yang menyindir dan meremehkan bahwa semua usahaku masih termasuk asal-asalan.
Tapi banyak teman lainnya yang tetap mendukungku, membantuku dan ada satu
semangat yang membuatku sedikit bisa melupakan hal tersebut. Jujur, sebenarnya
aku berdoa kepada Allah, supaya seminarku dilancarkan. Tetapi Allah tidak
membuatnya begitu. Dia maha tau, Dia mengerti apa yang hambaNya butuhkan, bukan
yang hambaNya inginkan. Dan aku sangat bersyukur Allah buat aku jatuh, sehingga
aku banyak introspeksi dan berusaha bahkan sangat berusaha melebihi kemampuan
yang aku miliki untuk tugas akhirku ini. Dalam menuju hari H pun, banyak sekali
halangan dan rintangan, sampai pikiran ini rasanya benar-benar penuh. Kepala
serasa mau pecah, dimana sebelum-sebelumnya aku tidak pernah/tidak memiliki
riwayat sakit dibagian kepala. Mungkin tekanan dan fikiran yang terlalu tegang
membuatku seperti itu, sampai fisik ini rasanya hanya bisa berfungsi 30%. Dan
ada suatu hari dimana aku benar-benar lemah tak berdaya dan keadaan saat ini
adalah aku tinggal di Malang seorang diri. Bahkan untuk bangun membeli makanan
untuk berbuka puasapun aku sungguh tidak mampu. Semuanya aku lewati sendiri,
semua aku lalui sendiri dan yang mengerti semua kesulitanku hanya aku dan
Allah. Begitupun usahaku. Kerja keras, mati-matian aku belajar materi dari 0
dimana aku sama sekali tidak passion dengan materi tersebut. Dan orang tua,
sungguh Ya Allah, aku sangat bersyukur Engkau telah memberikanku orangtua yang
sangat support baik aku dalam kondisi diatas maupun dibawah sekalipun.
Perjuangan orangtua untuk mendukungku sangat aku rasakan, mulai dari doa, fisik,
tenaga, materi dan semuanya mereka kerahkan supaya aku benar-benar kuat dan
berhasil untuk menghadapi semua ini. Aku juga berterimakasih kepada dr. Bambang
yang sudah menerima segala keluhanku dan memberikan penjelasan terkait kesehatan.
Berkat kehendak Allah yang selalu memberikan yang terbaik untukku, melalui obat
dari dokter aku bisa bertahan dan bangkit.
Semangat awalku adalah orangtua. Aku sebagai anak ingin
melihat mereka bangga denganku yang selalu banyak merepotkannya. Aku sadar
kemampuanku tidak melebihi kakak dan adikku, dimana tanpa effort yang besar
dari orangtua, mereka bisa meraih segala hal yang lebih dibanding aku. Aku
tidak iri, justru aku sangat bangga memiliki saudara yang hebat seperti mereka,
dan hal itu membuatku termotivasi dan berusaha untuk menjadi seseorang yang
ambisius dan hebat. Tidak pernah lepas aku berdoa kepada Allah karena semua
kekuatan hanya berasal dariNya. Aku beranggapan bahwa kita semua sama, dan
kalau mereka bisa kenapa aku tidak? Dari hal itu aku bisa mengartikan banyak
hal bahwa semua hal bisa dilakukan dan semua kesulitan bisa dipelajari. Memang,
malas adalah salah satu penghambat terbesar, tapi jika kita benar-benar
menanamkan niat didalam diri maka apapun bisa terjadi. Selain itu aku juga
ingin membuktikan kepada mereka yang memandang aku sebelah mata, bahwa aku juga
bisa melakukan hal besar. Tidak ingin berdebat atau menjawab banyak, sedikit demi sedikit aku bisa memaknai kehidupan. Bahwa apapun yang kita lakukan,
pasti akan dikomentari. Bahkan jika kita berbuat hal baik sekalipun masih
dipandang buruk, apalagi melakukan hal buruk. Terlepas dari itu semua, aku
beranggapan bahwa orang yang mengerti adalah dia yang melakukan dan terlibat
langsung. Mungkin juga banyak yang beranggapan bahwa aku sangat beruntung, tapi
diluar hal itu aku melakukan usaha besar, kinerja keras tanpa mereka ketahui.
Dan saat hari H datang, aku berusaha untuk tetap tenang,
karena tenang adalah kunci keberhasilan. Ada sedikit keraguan bahwa aku bisa atau
tidak untuk menghadapi ujian ini dimana sebelumnya dosen pernah menjatuhkanku.
Tapi aku sangat percaya bahwa Allah akan memberiku kekuatan, kecerdasan,
kelancaran dan kemudahan. Aku juga percaya doa orangtuaku tidak pernah putus
terhadapku. Dan aku juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempelajari
semua hal yang tidak aku pahami sebelumnya. Saat itu aku benar-benar yakin dan
optimis bahwa semuanya akan berjalan dengan baik, Bismillah. Dan ketika ujian
dimulaipun, aku merasakan ketenangan dan kelancaran yang luar biasa. Sungguh,
Allah membuatku jatuh diawal supaya aku lebih berusaha keras dan pada akhirnya aku
bisa menjawab semua pertanyaan dari dosen. Justru disitu, aku merasakan suasana
bukan seperti ujian, tetapi seperti diskusi antar peneliti. Aku mendapatkan
banyak materi diskusi dan Ya Allah, semua bahkan berjalan jauh lebih baik dari
apa yang pernah aku bayangkan sebelumnya. Penguji pertama yang mana dia
merupakan peneliti, dosen senior serta pengampu mata kuliah tema yang aku ambil
dalam skripsiku appreciate dengan penelitian yang aku lakukan dan sangat
menghargai aku berani mengangkat spesies tersebut dalam skripsiku. Ya Allah,
mahasiswa biasa saja meremehkan hasil kerja kerasku, tapi disisi lain dosen
senior yang jauh lebih memahami tentang perikanan justru menghargai dan
memujiku. Dan biasanya peserta ujian diberi kesempatan untuk keluar selama 2x
jika dia tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dosen penguji, tapi kali
ini tidak untukku. Ujian rasa diskusi ini berjalan sangat lancar dan kami (aku
dan keempat dosen) justru membahas banyak hal mulai dari tema, materi, literature
bahkan kebijakan jurusan untuk lebih baik kedepannya. Dan seketika itupun,
tanpa disuruh keluar ruangan, dosen langsung membacakan hasil atas ujian yang barusaja
aku lakukan. Dia berkata, “Anisa, sepertinya penguji tidak suka dengan kamu.
Mereka tidak suka jika kamu berlama-lama berada disini. Kamu harus segera
lulus. Selamat.” Sungguh, hanya satu yang ada dihatiku saat itu, Allah. Terimakasih
Ya Allah atas segala karunia besar yang telah engkau berikan kepadaku. Aku
sangat percaya dengan kekuatan doa, diluar hal apapun. Jika Allah berkehendak,
segala yang tidak mungkin akan menjadi mungkin selama kita berusaha sungguh-sungguh.
Jika kita selalu dekat denganNya, pasti Dia akan memelihara kita.
Ketika semua kegiatan last exam ini berakhir dan dosen
membuka pintu, betapa bahagianya aku karena orang yang selama ini aku harapkan, datang.
Jujur, dari awal sungguh aku memiliki keyakinan bahwa dia akan datang pada
ujian terakhirku ini, dan Allah yang membuat semua ini terjadi, dia datang diwaktu
yang tepat dan memberikan selamat kepadaku. Betapa terharunya aku, melihat
keberanian dia sebagai orang yang selama ini aku ketahui jarang dekat dengan
perempuan dan terlihat cuek menyempatkan datang ke waktu spesialku. Sungguh,
tanpa banyak kata yang perlu diucap, aku sangat berterimakasih denganmu. Tanpa
melakukan apapun, hanya adanya kamu dikampus telah membuatku semangat untuk kuliah
selama ini. Dan fir, jujur aku sangat takut jika lulus adalah jalan dimana aku
tidak akan lagi bisa bertemu denganmu. Aku perempuan dan aku punya pikiran, diam,
aku tidak bisa untuk menampakkan, mengungkapkan, mencari-cari perhatian ataupun
mengemis hati kepadamu. Bahkan ada waktu dimana aku berusaha untuk acuh dan
menghindarimu untuk mematikan semua rasa yang tidak beralasan ini. Tapi aku
tidak bisa menghindari untuk selalu mendoakan segala kebaikan untukmu. Dan diluar itu semua aku punya Allah yang
selalu mendengar segala doa-doaku selama bertahun-tahun ini. Aku tau, kamu pasti juga merasakannya. Tapi
aku juga tidak memaksakan apapun terhadapmu. Dan asal kamu tau, selama ini aku sangat berusaha untuk menjadi lebih baik salah satunya adalah karenamu. Aku ingin menjadi pantas, tapi aku sadar aku tidak sebanding denganmu. Aku tidak berharap kamu, tapi aku
sangat berharap keberhasilan, kebaikan, kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan
selalu menyertaimu. Terimakasih atas segalanya yang mungkin kamu atau orang
lain menganggapnya biasa tapi bagiku hal ini sangat berharga. Semoga kedepannya
dimanapun dan dengan siapapun kamu menjalani kehidupan selanjutnya, Allah
selalu menyertaimu.
Terimakasih atas segala pencapaian ini, semoga kedepannya
ilmu ini bermanfaat dan berguna bagi orang lain serta aku dapat membahagiakan
orang-orang disekitarku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar