Berawal dari tahun 2013, dimana
tahun tersebut saya mulai masuk kedalam salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang
ada di Indonesia. Saat itu saya benar-benar tidak menyangka akan masuk kedalam
Perguruan Tinggi tersebut. Dari awal saya tidak pernah memilih ataupun sekedar
membayangkan untuk masuk kesana, namun setelah saya cukup lelah dan mulai
pasrah akan segala hal, saya menerima rekomendasi dari ibu saya yang dulunya
juga menjalani kuliah di Perguruan Tinggi tersebut. Alhasil, saya dapat
menembus pilihan pertama saya yang jujur saat itu saya tidak mengerti bagaimana
arah pembelajarannya.
Tetapi
semakin lama, saya mulai mengikuti arus dan merasa nyaman berada disini. Awalnya,
pembelajaran ini memang bukan merupakan bidang yang saya sukai. Disini terdapat
banyak pelajaran menghafal, padahal saya
lebih suka untuk berhitung. Saya merasa sedikit bingung dan meremehkan jurusan
ini. Dari segi penampilan mahasiswanya saja sudah terlihat, jauh dibandingkan
dengan mahasiswa fakultas unggul lainnya. Awalnya saya juga merasa, tidak ada
yang menarik satupun disini. Namun lama-kelamaan semuanya berubah.
Saat
ini benar-benar ada yang membuat saya untuk semangat kuliah. Entah, ini dapat
dikatakan alay atau tidak tetapi itu yang saya rasakan saat ini. Seseorang yang
saya ketahui namun tidak saya kenal secara akrab. Awal saya melihatnya di tahun
2013, saya benar-benar mengakui jika seseorang tersebut berbeda. Dia berbeda dengan
semua mahasiswa angkatan saya. Wajahnya seperti tampang seorang dokter, dengan
kacamata yang ia kenakan membuatnya semakin terlihat rapi.
Awal
itu saya mengakui bahwa dia handsome, namun tidak ada sedikitpun perasaan suka
ataupun naksir kepadanya karena jujur saja saya tidak gampang menyukai seseorang. Selain itu saya juga kurang menyukai lelaki berkulit putih. 2013, 2014 berjalan dan pada pertengahan 2014 kami
sering mendapat jadwal yang sama. Namun saat itupun juga saya masih merasa biasa
saja seperti teman lainnya. Pernah ada sedikit rasa mengagumi temannya, namun
hanya sekedar mengagumi itupun hanya 20%. Saat saya memiliki waktu untuk
melihat temannya, disitu malah saya melihatnya dan kebetulan beberapa kali kita
saling melihat. Dari pandangan mata tersebut, saya mulai penasaran dan ingin
mengetahui siapa dia sebenarnya.
Secara,
jaman sekarang teknologi sudah berkembang semakin canggih. Iseng saja ketika
saya terbangun dari tidur dan bermain handphone, saya menelusuri profilnya
melalui media social. Awalnya terasa biasa, namun semakin lama saya semakin
penasaran dengannya dan melacak segala sesuatu tentangnya melalui media social.
Lama kelamaan saya merasa simpatik dengannya.
Entah,
semua berawal dari mana saya sendiri tidak mengetahuinya. Ketika saya
mengetahui ternyata dia juga berasal dari keluarga baik-baik, semakin lama saya
rasa dapat dikatakan bahwa saya mengaguminya. Mungkin tidak satupun orang
mengetahuinya, bahkan teman saya sendiri. Ataupun dia, saya rasa dia tidak
mengetahui perasaan saya. Saya menyukainya apa adanya dia saat ini, entah bagaimanapun kondisinya.
Saya
tetap bersikap acuh dihadapannya, tidak memperlihatkan sedikitpun bahwa saya
menyukainya. Namun dibelakang tanpa ia
ketahui, saya benar-benar bingung mengapa pikiran ini selalu terbayang
tentangnya. Saya heran mengapa perasaan ini semakin lama semakin bertambah.
Cara mengagumi paling rahasia adalah dengan hanya mendoakannya. Entah kenapa
hati ini selalu berinisiatif untuk mendoakan kebahagiaannya, ketenangan
hatinya, kelancaran urusannya, kesehatannya, kesuksesannya dan semoga Tuhan
selalu melindunginya.
Saya
sadar, saya bukanlah siapa-siapa. Saya juga tidak mengetahui statusnya. Apakah
dia sedang menjalin hubungan ataupun tidak, saya tidak peduli. Saya juga tidak
meminta apa-apa darinya. Saya juga sadar diri, bagaimana diri saya jika dibanding
dengannya.
Rasa
semakin perasaan ini membuat saya sangat malu bahkan tidak kuasa untuk sekedar
melihatnya. Membuat saya semakin salah tingkah dan cenderung ingin menghindarinya.
Namun ketika dia tidak muncul dihadapan saya, really I miss. Sungguh saya
takut. Saya takut kenapa saya memiliki perasaan ini kepada seseorang yang
sering saya lihat namun tidak saya kenal. Berkali-kali juga saya berdoa, jika
memang saya tidak pantas, Tuhan tolong jauhkanlah dia dari pandangan hamba dan
berikan hamba keikhlasan hati untuk melupakannya.
Namun
yang terjadi justru sebaliknya. Justru saya lebih sering bertemu dengannya di
kondisi apapun. Saya benar-benar menahan diri dan berusaha untuk menyembunyikan
perasaan ini dihadapannya. Jika dekat dengannya, jantung berdebar sangat
kencang dan hal itu membuat saya semakin salah tingkah. Oleh karena itu, saya
lebih memilih untuk cepat-cepat menghindarinya.
Kota asalnya
bukan merupakan kota yang asing juga bagi saya. Bahkan setiap semester saya
mengunjungi kota tersebut. Lingkungannya mungkin juga tidak jauh dari
lingkungan saya ketika berada disana, bahkan saya sering melewati namun saya
tidak sadar jika diasana tempat tinggalnya. 2 Bulan lagi merupakan hari
kelahirannya. Bertepatan dengan perayaan Idul Fitri tahun ini, semoga dia selalu diberkahi oleh Tuhan. Ingin sekali saya mengucap dan memberikan sesuatu
untunya jika saat itu datang, namun saya tidak memiliki keberanian dan tau
diri, bahwa saya bukanlah siapa-siapa.
Tetapi mungkin saya yang berlebihan. Saya
bingung, Ya Tuhan kenapa tidak Engkau hapuskan pikiran ini. Atau mungkin ini
takdir yang harus saya lalui saat ini, semoga semua ini menjadi salah satu pengalaman
indah yang pernah ada di hidup saya. Terimakasih.
25/05/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar